Ikhtisar:Rabobank merevisi naik proyeksi harga minyak mentah Brent dan WTI untuk 2026 secara signifikan akibat ancaman guncangan pasokan berkepanjangan pada rute distribusi energi sekunder dan primer.

Kekhawatiran terhadap pengetatan pasokan logistik energi global telah memicu langkah repricing yang agresif. Analis dari Rabobank merevisi target harga acuan Brent dan WTI akibat disrupsi rantai pasok maritim yang mereduksi ketersediaan rill.
Perkiraan Agresif Hingga 2027
Model prediktif Rabobank mengestimasi normalisasi aliran energi akan memakan waktu lama dengan kapasitas pengiriman hanya mencapai 80% pada Agustus mendatang.
- Brent 2026: Q2 USD 107/barel, Q3 USD 96/barel, Q4 USD 90/barel
- WTI 2026: Q2 USD 98/barel, Q3 USD 88/barel, Q4 USD 83/barel
- Proyeksi 2027: BrentUSD 83/barel, WTIUSD 77/barel
Disparitas Tajam Kontrak Fisik dan Kertas
Terdapat margin ekstrem antara kontrak berjangka dan aset fisik. Meskipun harga derivatif tertahan di kisaran USD 120/barel, tekanan short covering terus mendorong nilai transaksi fisik ke tingkat yang jauh lebih tinggi.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.