Ikhtisar:Disrupsi rantai pasokan di kawasan Teluk memicu revisi ke atas proyeksi harga minyak mentah **Brent** dan **WTI**, mencerminkan premi risiko dari ketatnya ketersediaan energi fisik.

Guncangan pasokan energi global yang berpusat di kawasan Teluk telah memaksa para analis untuk mengkalibrasi ulang prospek harga komoditas utama. Gangguan logistik dan terbatasnya jalur distribusi primer telah mendorong lonjakan tajam pada harga acuan minyak mentah, baik di pasar fisik maupun berjangka.
Kesenjangan Harga Fisik dan Kertas
Berdasarkan analisis strategis dari Rabobank, harga acuan minyak mentah Brent dan WTI sempat melonjak mendekati level 120 USD per barel, dengan harga di pasar fisik secara substansial melampaui level harga kertas. Hal ini mencerminkan tingginya premi risiko yang ditanggung oleh pelaku pasar akibat pengetatan pasokan secara mendadak.
Revisi Target Harga dan Pemulihan Logistik
Pemulihan arus logistik energi menuju kapasitas normal diproyeksikan akan memakan interval waktu yang substansial. Volume pengiriman komoditas energi global diprediksi hanya akan pulih hingga kisaran 80% dari level historis pada akhir kuartal ketiga.
- Brent Q2: 107 USD
- Brent Q3: 96 USD
- Brent Q4: 90 USD
- WTI Q2/Q3/Q4 Targets: 98 USD, 88 USD, 83 USD
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.