简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS Bergerak Datar Merespons Redanya Ketegangan Timur Tengah
Ikhtisar:Indeks Dolar AS (DXY) ditutup datar seiring munculnya sentimen positif dari gencatan senjata di Timur Tengah dan turunnya harga minyak. Pergerakan ini juga dibayangi oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang melemah serta peringatan terkait lambatnya laju pergerakan inflasi menuju target.

Nilai tukar Dolar AS terpantau tidak banyak berubah, dengan Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kinerjanya terhadap sekeranjang mata uang utama bertahan di level 99,44.
Pergerakan yang relatif stabil ini terjadi di tengah tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.
Kondisi perundingan yang membawa angin segar tersebut turut menekan harga minyak mentah, yang pada gilirannya dapat membantu meredakan sedikit tekanan inflasi.
Dalam pergerakannya terhadap sejumlah mata uang utama, Dolar AS ditutup bervariasi. Dolar sedikit melemah 0,10 persen ke 1,161 terhadap Euro, dan turun tipis 0,04 persen menjadi 1,342 terhadap Poundsterling.
Di sisi lain, Dolar AS masih mencatatkan penguatan tipis 0,02 persen ke level 160,039 terhadap Yen Jepang serta naik 0,30 persen menjadi 0,790 saat berhadapan dengan Franc Swiss.
Dari sisi data ekonomi domestik Amerika Serikat, laporan terbaru mencatatkan kenaikan klaim tunjangan pengangguran sebanyak 13.000 menjadi 225.000 klaim pada akhir bulan Mei, sedikit melampaui proyeksi awal pasar.
Situasi ketenagakerjaan ini sejalan dengan tingginya jumlah pemutusan hubungan kerja yang diumumkan oleh berbagai perusahaan di AS, yang menyentuh level tertingginya sejak Januari. Data-data pelambatan ini terus dicermati pelaku pasar sebagai indikator penting arah perekonomian.
Pelaku pasar juga menyoroti persiapan pertemuan kebijakan moneter mendatang yang akan dipimpin oleh Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, dalam nuansa kehati-hatian.
Terlebih lagi, muncul proyeksi dari lembaga internasional yang memperkirakan bahwa pencapaian target inflasi 2 persen kemungkinan harus tertunda lebih lama hingga penghujung tahun 2027.
Merespons kombinasi data dan prospek tersebut, ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni saat ini sangat kecil, yakni tak mencapai 4 persen.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
