简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Hormuz Bergejolak, Dolar Menguat, Emas Melemah
Ikhtisar:Ringkasan PasarKetegangan geopolitik kembali meningkat selama akhir pekan. Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz atas nama pihak militer, sementara Amerika Serikat membantah bahwa Iran memil
Ringkasan Pasar
Ketegangan geopolitik kembali meningkat selama akhir pekan. Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz atas nama pihak militer, sementara Amerika Serikat membantah bahwa Iran memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran tersebut. Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan, AS dapat mengambil alih pengelolaan selat dan memberlakukan biaya transit. Di sisi lain, perwakilan negosiasi Iran tetap melanjutkan pembahasan teknis di Swiss.
Ketua Federal Reserve yang baru, Christopher Waller, mempertahankan sikap hawkish. Deutsche Bank memperkirakan The Fed dapat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin tahun ini, bahkan tidak menutup kemungkinan langkah pertama dilakukan lebih cepat pada bulan Juli. Prospek tersebut mendorong pasar untuk menilai ulang arah pergerakan dolar AS. Selisih suku bunga antara AS dan Jepang terus menekan yen hingga menyentuh level 161 per dolar AS, mendekati titik terlemah dalam hampir 40 tahun.
Penguatan dolar AS memberikan tekanan pada pasar logam mulia. Harga emas spot ditutup di USD 4.155,71 per ons, turun 1,3% dan mencatat penurunan mingguan selama tiga pekan berturut-turut. Goldman Sachs juga menurunkan target harga emas menjadi USD 4.900 per ons.
Di Eropa, indeks STOXX Europe 600 ditutup melemah 0,24% ke level 635,61, meskipun masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,38%. Sementara itu, pasar saham AS tutup karena libur Juneteenth dan pasar saham Tiongkok juga tidak beroperasi pada Jumat lalu karena libur Festival Perahu Naga.
Arus modal terus mengalir ke sektor teknologi Tiongkok. DeepSeek berhasil memperoleh pendanaan sebesar RMB 51 miliar dengan dukungan investor strategis seperti Tencent dan CATL. Selain itu, IPO China Resources New Energy berhasil menghimpun dana sebesar RMB 24,5 miliar, mencetak rekor baru di Bursa Efek Shenzhen.
Sorotan UtamaTarik Ulur Negosiasi AS-Iran dan Dampaknya terhadap Harga Minyak
Status operasional Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menentukan arah harga minyak dalam jangka pendek. Iran dan Amerika Serikat masih menyampaikan narasi yang berbeda, dengan Iran mengklaim adanya penutupan jalur pelayaran sementara AS menegaskan bahwa aktivitas pelayaran tetap berjalan normal.
Pernyataan keras Trump mengenai kemungkinan pengambilalihan dan penerapan biaya transit turut memperkuat premi risiko geopolitik di pasar energi. Akibatnya, harga minyak Brent terus bergerak fluktuatif di sekitar level USD 80 per barel.
Jika perundingan teknis di Swiss dapat berlanjut dan menghasilkan kemajuan, premi risiko geopolitik berpotensi berkurang lebih lanjut. Sebaliknya, setiap indikasi gangguan pelayaran dapat memicu kenaikan harga minyak secara cepat. Selain itu, cadangan minyak mentah yang besar di kawasan Teluk Persia membuat fleksibilitas sisi pasokan menjadi faktor yang perlu terus diperhatikan.
Repricing Aset di Tengah Penguatan Dolar AS
Nada hawkish dari Ketua The Fed yang baru serta ekspektasi Deutsche Bank terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal mendorong pasar untuk melakukan repricing terhadap aset-aset berbasis dolar AS.
Dolar yang lebih kuat secara langsung menekan harga emas dan logam industri yang diperdagangkan dalam denominasi dolar. Penurunan target harga emas oleh Goldman Sachs mencerminkan dinamika tersebut. Pada saat yang sama, pelebaran selisih suku bunga AS-Jepang terus mendorong yen menuju level terlemah dalam empat dekade, sementara yuan offshore juga menghadapi tekanan depresiasi.
Bagi pasar negara berkembang dan komoditas global, arah pergerakan dolar AS serta prospek suku bunga tetap menjadi faktor penentu utama dalam beberapa minggu ke depan. Minggu ini, keputusan Loan Prime Rate (LPR) Tiongkok serta data ekspor Korea Selatan akan menjadi indikator penting untuk mengukur kekuatan permintaan regional.
Agenda Penting yang Perlu Diperhatikan
09:15 WIB
Pengumuman Loan Prime Rate (LPR) Tiongkok
Pasar Modal & Korporasi
China Resources New Energy membuka periode pemesanan saham IPO
Pembukaan China International Supply Chain Expo (CISCE) ke-4
Data Ekonomi
Data ekspor Korea Selatan bulan Juni
Pasar Saham AS
Marvell Technology dan Flex resmi masuk ke dalam indeks S&P 500
Geopolitik
Kelanjutan pembahasan teknis AS-Iran di Swiss (jadwal menunggu konfirmasi)
Pengumuman jadwal pengunduran diri Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer
Teknologi & AI
GPT-5.6 dijadwalkan meluncur minggu ini dengan fokus pada kemampuan AI Agent
Beredar kabar bahwa harga layanan hanya sekitar sepertiga dari pesaing sekelasnya
Pasar Modal
SpaceX mencatat kenaikan 37% pada pekan pertama setelah IPO
Kapitalisasi pasar mencapai USD 2,4 triliun
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
