简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Saham China Melonjak • Harga Minyak Anjlok • Dolar AS Menguat • Nasdaq Melemah
Ikhtisar:Tinjauan PasarPasar global pada hari Senin berfokus pada tiga perkembangan utama.Pertama, Amerika Serikat dan Iran berhasil menyepakati peta jalan sementara dalam perundingan nuklir, dengan target men
Tinjauan Pasar
Pasar global pada hari Senin berfokus pada tiga perkembangan utama.
Pertama, Amerika Serikat dan Iran berhasil menyepakati peta jalan sementara dalam perundingan nuklir, dengan target mencapai kesepakatan final dalam 60 hari ke depan. Meredanya premi risiko geopolitik mendorong tekanan jual pada pasar energi. Kontrak berjangka WTI Juli ditutup di USD 74,82 per barel, turun 2,32%, sementara Brent melemah 3,31%.
Kedua, pasar saham Tiongkok mencatat reli kuat dengan lonjakan volume transaksi. Indeks Shanghai Composite ditutup pada 4.163 poin, naik 1,78%, sedangkan ChiNext Index menguat 2,52%. Sentimen positif didorong oleh peluncuran model AI GLM-5.2 milik Zhipu AI yang mendorong kapitalisasi pasar perusahaan menembus HKD 1 triliun. Sebaliknya, pasar saham AS menunjukkan pergerakan yang beragam. Nasdaq turun 1,33%, S&P 500 melemah 0,37%, sementara Dow Jones berhasil menguat 0,29%.
Ketiga, indeks dolar AS mendekati level tertinggi dalam satu tahun terakhir, sementara yen Jepang melemah menuju level 162 per dolar AS, mendekati titik terendah dalam hampir empat dekade. Penguatan dolar menekan harga logam mulia, dengan kontrak berjangka emas turun 1% dan perak melemah 1,1%.
Di sektor semikonduktor, tren ekspansi industri masih berlanjut. Ekspor chip Korea Selatan selama 20 hari pertama bulan Juni melonjak 188% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Micron dan Anthropic menandatangani perjanjian pasokan memori jangka panjang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.
Di ranah politik, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya, dan Partai Buruh dijadwalkan memulai proses pencalonan pemimpin baru pada bulan Juli.
Prospek dan Agenda PentingPMI Global Juni Menjadi Sorotan Utama
Data PMI bulan Juni dari Amerika Serikat, Zona Euro, Inggris, Jepang, dan India akan dirilis secara bersamaan. Investor akan mencermati kondisi aktivitas ekonomi masing-masing negara di tengah penguatan dolar AS dan tingginya tingkat suku bunga global.
Perbedaan kinerja antara sektor manufaktur dan jasa, serta perkembangan komponen pesanan baru dan ketenagakerjaan, dapat menjadi indikator awal untuk menilai prospek pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
Kendala Energi dalam Supercycle Semikonduktor
Lonjakan ekspor chip Korea Selatan dan kontrak pasokan jangka panjang yang ditandatangani Micron menunjukkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI masih tumbuh sangat cepat.
Namun, analis Bernstein mengingatkan bahwa hambatan utama dalam supercycle semikonduktor saat ini mulai bergeser dari kapasitas produksi menuju ketersediaan energi listrik. Perusahaan yang mampu mengatasi kebutuhan daya dan sistem pendinginan pusat data berpotensi memperoleh keunggulan kompetitif dan daya tawar yang lebih besar pada fase pertumbuhan berikutnya.
Fokus Pasar Hari Ini
• Data PMI Juni Amerika Serikat, Zona Euro, Inggris, Jepang, dan India
• Pengumuman hasil tinjauan tahunan klasifikasi pasar MSCI
• Kelanjutan pembahasan teknis AS-Iran di Swiss serta jadwal pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
• Meninggalnya mantan Ketua Federal Reserve Alan Greenspan pada usia 100 tahun
• Penyelenggaraan Konferensi Volcano Engine Power Summit 2026 dan Forum Summer Davos 2026
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
