简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Peringatan Satgas PASTI: Kasus Scam Digital Rp 9,3 Triliun Raib, Cuma 7% Dana Selamat
Ikhtisar:Kerugian scam digital Indonesia mencapai Rp9,3 triliun sejak November 2024 hingga Mei 2026, tetapi dana yang berhasil diamankan baru sekitar Rp674,1 miliar atau 7 persen, sehingga kecepatan pelaporan korban menjadi faktor utama pemblokiran rekening.

Kerugian masyarakat Indonesia akibat scam digital sudah menembus Rp9,3 triliun. Namun dana korban yang berhasil diamankan baru sekitar Rp674,1 miliar, atau hanya sekitar 7 persen dari total kerugian.
Angka ini diungkap dalam Seminar on Scams di Jakarta Pusat pada Senin, 6 Juli 2026. [Jernih.co](https://Jernih.co) melaporkan bahwa data tersebut disampaikan oleh OJK dan Satgas PASTI, dengan periode kerugian dihitung sejak November 2024 hingga Mei 2026.
Ketua Satgas PASTI, Rizal Ramadhani, menyebut rendahnya dana yang berhasil diselamatkan berkaitan erat dengan kecepatan laporan korban. Semakin lambat korban melapor, semakin kecil peluang dana diblokir sebelum berpindah tangan.
608 Ribu Laporan, Ratusan Ribu Rekening Diblokir
Indonesia Anti-Scam Center atau IASC mencatat 608.168 laporan penipuan hingga Juni 2026. Dari laporan itu, sebanyak 557.751 rekening terkait scam telah diblokir.
OJK juga mencatat dana korban yang berhasil diamankan mencapai Rp674,1 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp196,93 miliar sudah dikembalikan kepada korban. Sisanya, sekitar Rp477,17 miliar, masih dalam proses penyelesaian.
Angka ini menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, sistem pemblokiran mulai bekerja. Kedua, pelaku scam masih jauh lebih cepat dalam memindahkan dana dibanding kecepatan sebagian korban melapor.
Kenapa Uang Korban Cepat Hilang
Modus scam saat ini tidak berhenti di satu rekening. OJK menjelaskan bahwa pelaku memakai rekening money mule, rekening nominee, merchant, sub-merchant, sistem pembayaran digital, aset virtual, hingga jaringan lintas negara.
Artinya, dana korban bisa berpindah dalam hitungan menit. Setelah masuk ke rekening penampung, uang dapat dipecah ke banyak kanal, ditukar ke aset digital, atau dipindahkan ke yurisdiksi lain. Semakin panjang rantainya, semakin sulit dana dilacak dan dikembalikan.
Bagi pembaca WikiFX dan investor online, ini menjadi sinyal serius. Scam tidak hanya muncul dalam bentuk pinjaman palsu atau undian palsu. Modusnya bisa berupa investasi bodong, platform trading palsu, lowongan kerja palsu, impersonasi lembaga resmi, phishing, social engineering, hingga account takeover.
Cepat Lapor Bisa Menentukan Nasib Dana
IASC menegaskan bahwa korban harus segera melapor melalui portal resmi [iasc.ojk.go.id](https://iasc.ojk.go.id) untuk jalur pemblokiran rekening. Korban juga tetap perlu membuat laporan polisi untuk proses hukum.
Sebelum melapor, korban perlu menyiapkan bukti transfer, data rekening sendiri, data rekening penerima, bukti percakapan, kronologi, dan tangkapan layar situs atau akun pelaku. Semakin lengkap data yang diberikan, semakin cepat lembaga keuangan bisa menindaklanjuti.
Kunci utamanya adalah jangan menunggu. Banyak korban menunda karena malu, masih berharap uang kembali, atau diminta pelaku membayar biaya tambahan. Padahal jeda beberapa jam saja bisa membuat dana berpindah ke banyak rekening lain.
Pelajaran untuk Investor Indonesia
Jika sebuah platform menjanjikan profit besar, meminta deposit tambahan, atau memakai nama OJK, bank, broker, maupun tokoh publik tanpa verifikasi resmi, investor perlu berhenti dulu. Cek legalitas langsung ke kanal resmi, bukan dari tangkapan layar atau testimoni grup.
Scam senilai Rp9,3 triliun ini memperlihatkan bahwa risiko terbesar bukan hanya kehilangan uang. Risiko lain adalah sulitnya mengejar dana setelah masuk ke jaringan rekening penampung dan aset virtual.
Pesannya sederhana. Dalam penipuan digital, waktu adalah uang secara harfiah. Makin cepat korban sadar dan melapor, makin besar peluang dana masih bisa diblokir sebelum benar-benar hilang.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
TICKMILL
TMGM
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
Axi
IC Markets Global
TICKMILL
TMGM
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
Axi
IC Markets Global
WikiFX Broker
TICKMILL
TMGM
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
Axi
IC Markets Global
TICKMILL
TMGM
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
Axi
IC Markets Global
